Bagaimana Stres Bisa Mempengaruhi Berat Badanmu

Kaitan antara stres dan kenaikan berat badan serta strategi untuk mengelola stres.

Kelsey Green
-
Ahli Gizi (Sarjana Sains Kesehatan, Nutrisi Medis)
Waktu baca 4 menit

Stres: Penghalang tersembunyi untuk mencapai target berat badanmu

Stres adalah bagian tak terelakkan dari hidup dan memengaruhi kita dengan banyak cara. Tak mengherankan, stres juga bisa berdampak besar pada pengelolaan berat badan. Baik itu stres terkait pekerjaan, tanggung jawab pribadi, atau tantangan sehari-hari, stres bukan cuma memengaruhi suasana hatimu, tapi juga kebiasaan makan, metabolisme, tidur, dan pilihan gaya hidupmu secara keseluruhan.

Kalau kamu sedang kesulitan mengelola berat badan, memahami hubungan kompleks antara stres dan berat badan itu krusial untuk menyusun strategi yang efektif agar stres tidak mengganggu tujuanmu. Yuk kita uraikan hubungan antara stres dan berat badan, serta bagaimana kamu bisa mencegahnya menghambat progresmu.

1. Stres mengubah pilihan makananmu

Pernah sadar nggak, saat kamu merasa stres atau kewalahan, kamu cenderung meraih yang manis-manis, fast food, atau camilan asin? Riset menunjukkan orang yang sedang stres cenderung memilih makanan padat kalori yang tinggi gula dan lemak. “Comfort food” ini bisa mengurangi emosi negatif terkait stres untuk sesaat, tapi kalau keseringan, lama-lama bisa berdampak buruk pada berat badan dan kesehatan secara umum. Daripada mengambil makanan olahan, coba sediakan alternatif yang lebih sehat. Kacang, yogurt Yunani, atau cokelat hitam bisa memuaskan tanpa gula berlebihan atau lemak tidak sehat.

2. Stres memengaruhi kontrol diri & pengambilan keputusan

Stres bukan hanya mengubah preferensi makananmu, tapi juga dapat mengganggu cara kamu mengambil keputusan dan mengatur diri.

Saat stres, otakmu lebih mungkin untuk:

  • Membuat pilihan makan impulsif alih-alih makan terencana dan seimbang.
  • Melewatkan persiapan makan atau masak sehat demi opsi cepat yang kurang bergizi.
  • Merasa terlalu kewalahan untuk mengikuti rencana makan atau mencatat asupanmu.

Kalau stres bikin perencanaan makan makin susah, mulai dari yang kecil dan simpel. Punya daftar andalan berisi menu mudah dan seimbang yang nggak butuh banyak usaha, seperti camilan tinggi protein, sayuran yang sudah dipotong, atau salad siap santap. Mencatat makan terlebih dulu di perencana makan aplikasi fatsecret juga bisa membantu mencegah keputusan dadakan yang nggak sejalan dengan targetmu.

3. Stres mengganggu tidur & meningkatkan keinginan makan

Stres sering membuat kualitas dan durasi tidur menurun, serta menurunkan aktivitas fisik. Tidur yang buruk dapat memperkuat respons stres tubuh dan makin mengacaukan hormon pengatur nafsu makan, sehingga rasa lapar meningkat dan makin ngidam makanan tinggi kalori. Begitu pula, beraktivitas fisik lebih sedikit bukan cuma menurunkan kalori yang terbakar, tapi juga bikin kamu kehilangan manfaat psikologis dari olahraga, seperti pengurangan stres dan suasana hati yang lebih baik. Ini menciptakan siklus: stres memicu perilaku dan respons fisiologis yang berkontribusi pada kenaikan berat badan, yang pada gilirannya bisa meningkatkan stres dan mempertahankan siklus itu.

Cara mengelola stres & tetap on track dengan tujuanmu

Meski stres sering berasal dari faktor eksternal yang sulit dikendalikan atau dihindari, kamu masih bisa mengatur bagaimana tubuh bereaksi terhadap stres. Semakin baik kamu mengelola respons terhadap stres, semakin kecil kemungkinan itu mengganggu target kesehatanmu. Berikut beberapa tips untuk mengelola stres dengan cara yang juga mendukung target berat badanmu.

1. Latih mindful eating

Saat stres, gampang banget makan sambil distraksi atau tanpa sadar. Latih untuk hadir dan mindful saat makan agar kamu lebih peka pada sinyal lapar dan kenyang yang sebenarnya, sehingga risiko makan berlebihan berkurang.

2. Aktivitas fisik teratur

Olahraga adalah pereda stres yang ampuh dan tidak harus intens agar efektif. Aktivitas ringan seperti jalan kaki, yoga, atau berenang pun bisa membantu menurunkan kadar kortisol dan memperbaiki kesehatan mental, sehingga mendukung manajemen stres dan kontrol berat badan. Teknik relaksasi lain seperti latihan pernapasan dalam, meditasi, dan mindfulness juga efektif menurunkan tingkat stres dan memutus siklus makan karena stres.

3. Utamakan tidur untuk kontrol nafsu makan yang lebih baik

Mengutamakan tidur itu penting untuk mengelola stres. Usahakan tidur 7–9 jam per malam untuk membantu mengatur hormon stres dan mendukung kesehatan secara keseluruhan. Selain itu, hindari layar dalam satu jam sebelum tidur agar hormon tidurmu tidak terganggu.

4. Kurangi asupan kafein

Kafein—yang ada di kopi, teh, cokelat, dan beberapa minuman energi—adalah stimulan yang bisa memperparah respons stres tubuh. Walau terasa memberi dorongan energi sementara, kafein dapat meningkatkan kadar kortisol (hormon stres), terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Ini bisa memicu rasa cemas dan gelisah, sehingga manajemen stres jadi lebih menantang. Pertimbangkan untuk mengurangi kafein secara bertahap agar efek sakau minim, dan coba alternatif tanpa kafein seperti teh herbal atau minuman tanpa kafein.

5. Perbanyak makanan kaya omega-3

Asam lemak omega-3 terdapat pada ikan berlemak seperti salmon, makarel, dan sarden, juga pada biji rami, chia, dan kenari—dan dikenal punya efek menurunkan stres. Lemak esensial ini berperan dalam kesehatan otak dan dapat membantu menurunkan hormon stres, sekaligus memperbaiki suasana hati. Usahakan memasukkan makanan kaya omega-3 ke dalam menu beberapa kali seminggu, atau pertimbangkan suplemen jika makanan tersebut sulit didapat.

Pada akhirnya, mengelola stres dengan efektif itu penting untuk menjaga berat badan yang sehat dan kesejahteraan secara menyeluruh. Ini tentang memahami bagaimana stres memengaruhimu dan menerapkan strategi yang sederhana serta bisa dijalankan untuk memperbaiki responsmu terhadap stres.

Poin Penting

  • Stres bisa memengaruhi kebiasaan makanmu lebih dari yang kamu kira. Saat stres sedang tinggi, kamu cenderung lebih menginginkan makanan cepat saji yang tinggi kalori dan mengandalkan kepraktisan alih-alih makan terencana.
  • Stres memengaruhi keputusan yang kamu buat soal makanan. Saat kewalahan, menyiapkan menu seimbang, menjaga rutinitas, atau mencatat asupan secara konsisten jadi lebih sulit.
  • Tidur yang buruk dan aktivitas rendah bisa memperparah makan karena stres. Kurang istirahat dan bergerak meningkatkan keinginan makan dan menurunkan kemampuan mengatur nafsu makan.
  • Mengelola responsmu terhadap stres bisa melindungi progres. Kebiasaan kecil seperti mindful eating, bergerak ringan, dan makan teratur membuatmu lebih mudah tetap sejalan dengan tujuan—even saat hidup lagi sibuk.
  • Pilihan gaya hidup itu penting. Mengutamakan tidur, mengurangi kafein jika perlu, dan menambahkan makanan kaya omega-3 dapat mendukung suasana hati, kontrol nafsu makan, dan ketahanan terhadap stres.
  • Kamu tidak perlu menghilangkan stres sepenuhnya untuk mencapai target berat badan. Fokus pada strategi yang sederhana dan realistis untuk mengurangi dampak stres pada pola makanmu dan tetap konsisten dalam jangka panjang.
Kelsey Green
Ahli Gizi (Sarjana Sains Kesehatan, Nutrisi Medis)