Bisakah Kamu Mempercepat Metabolismemu?

Benarkah kamu bisa mempercepat metabolisme? Pelajari apa yang sebenarnya memengaruhi berapa banyak kalori yang dibakar tubuhmu setiap hari.

Kelsey Green
-
Ahli Gizi (Sarjana Sains Kesehatan, Nutrisi Medis)
8 menit baca

Kamu mungkin pernah dengar seseorang bilang ia punya “metabolisme cepat”, atau bertanya-tanya apakah metabolismemu justru melawanmu. Saat penurunan berat badan terasa lebih sulit dari yang diperkirakan, metabolisme sering jadi kambing hitam pertama—padahal ini juga salah satu bagian proses yang paling sering disalahpahami.

Memahami apa sebenarnya arti metabolisme adalah langkah pertama untuk mengetahui apa yang bisa dan tidak bisa kamu pengaruhi dalam urusan menurunkan berat badan.

Apa itu metabolismemu?

Metabolisme adalah sekumpulan proses kimia dalam tubuh yang mengubah makanan yang kamu makan menjadi energi yang bisa digunakan tubuh. Energi dalam makanan diukur dalam kalori, dan metabolisme menjelaskan bagaimana tubuhmu menggunakan kalori tersebut untuk menjalankan semua yang dilakukannya.

Berapa banyak kalori yang dibakar tubuhmu setiap hari bergantung pada kebutuhan energinya—dengan kata lain, seberapa banyak energi yang dibutuhkan tubuh untuk berfungsi.

Bagian besarnya berasal dari tingkat metabolisme basal (BMR). BMR adalah jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan fungsi dasar yang menopang hidup, seperti bernapas, mengalirkan darah, dan menjaga jantung tetap berdetak. Bahkan kalau kamu rebahan seharian, tubuh tetap membakar kalori untuk membuatmu tetap hidup. Bagi kebanyakan orang, BMR menyumbang porsi terbesar dari kalori yang dibakar setiap hari.

Selain BMR, tubuh juga memakai energi untuk aktivitas fisik, serta untuk mencerna dan memproses makanan yang kamu makan.

Bisakah Kamu Membuat Metabolismemu Lebih Cepat?

Istilah “metabolisme cepat” sering dipakai untuk menggambarkan seseorang yang seolah bisa makan lebih banyak tanpa naik berat badan. Secara praktis, ini berarti penggunaan energi total hariannya lebih tinggi, sehingga membakar lebih banyak kalori dibanding orang dengan laju metabolisme yang lebih rendah.

Saat orang bertanya apakah bisa “mempercepat” metabolisme, yang sebenarnya ditanyakan adalah bagaimana caranya meningkatkan jumlah kalori yang dibakar tubuh setiap hari.

Cara Meningkatkan Pembakaran Kalori Harian

Ada beberapa faktor yang memengaruhi metabolisme dan kebutuhan energi, termasuk genetik, usia, jenis kelamin, massa otot, dan tingkat aktivitas fisik. Jadi, meski kamu tidak bisa mengubah metabolisme sepenuhnya, banyak faktor yang memengaruhi berapa banyak kalori yang dibakar tubuh tiap hari dibentuk oleh kebiasaan harianmu. Strategi di bawah ini berfokus pada peningkatan kebutuhan energi tubuh dengan cara yang berkelanjutan.

Bangun dan jaga massa otot

Salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan tingkat metabolisme basal adalah dengan menambah massa otot. Jaringan otot butuh lebih banyak energi untuk dipertahankan dibanding jaringan lemak, artinya tubuh dengan lebih banyak otot membakar lebih banyak kalori bahkan saat istirahat.

Latihan kekuatan—seperti angkat beban atau latihan dengan berat badan sendiri—memberi sinyal pada tubuh untuk mempertahankan dan membangun otot. Ini menaikkan kebutuhan energimu, meningkatkan jumlah kalori yang kamu bakar sepanjang hari, bukan hanya saat berolahraga.

Prioritaskan asupan protein

Protein punya dua peran penting dalam metabolisme. Pertama, tubuhmu memakai lebih banyak energi untuk mencerna dan memproses protein dibanding lemak atau karbohidrat—artinya porsi kalori yang kamu makan lebih banyak terpakai saat pencernaan. Kedua, asupan protein yang cukup membantu menjaga massa otot, yang penting untuk mempertahankan BMR tetap lebih tinggi.

Menambahkan protein di setiap makan membantu memastikan tubuh mendapat “bahan bangunan” yang dibutuhkan untuk mempertahankan jaringan bebas lemak—terutama saat menurunkan berat badan, ketika hilangnya otot bisa menurunkan laju metabolisme.

Cukup tidur

Tidur yang cukup itu krusial untuk metabolisme yang berjalan baik. Riset menunjukkan kurang tidur bisa memperlambat metabolisme dan terkait dengan peningkatan berat badan. Tidur yang buruk mengacaukan kadar hormon—terutama yang mengatur metabolisme dan rasa lapar, seperti kortisol dan insulin. Menjaga kualitas dan konsistensi tidur setiap malam bisa membantu mempertahankan laju metabolisme.

Tetap terhidrasi dengan baik

Air terlibat dalam banyak proses metabolik, termasuk pemecahan dan transportasi nutrisi. Dehidrasi ringan saja bisa menurunkan efisiensi proses tersebut dan sedikit menekan penggunaan energi.

Tetap terhidrasi mendukung pencernaan, sirkulasi, dan fungsi sel—semuanya berperan dalam seberapa efektif tubuh mengubah makanan menjadi energi yang bisa dipakai sepanjang hari.

Gunakan latihan aerobik untuk meningkatkan pembakaran energi harian

Latihan aerobik meningkatkan jumlah kalori yang dibakar selama aktivitas itu sendiri, dan juga bisa sementara menaikkan pengeluaran energi setelah olahraga saat tubuhmu pulih.

Yang lebih penting, aktivitas kardio yang rutin berkontribusi pada pembakaran energi harian yang lebih tinggi dengan meningkatkan gerak, mendukung kebugaran kardiovaskular, dan membuatmu lebih mudah tetap aktif secara umum. Lama-kelamaan, ini menaikkan jumlah energi yang digunakan tubuh setiap hari, bahkan di luar sesi olahraga yang “resmi”.

Melindungi Metabolismemu

Sama pentingnya melindungi metabolisme seperti mendukungnya. Kebiasaan tertentu bisa menurunkan kebutuhan energi tubuh dari waktu ke waktu, sehingga penurunan berat badan jadi lebih sulit.

Salah satu contoh yang paling umum adalah memangkas asupan kalori secara drastis. Saat kalori turun terlalu rendah, tubuh beradaptasi dengan menghemat energi. Ini dapat menurunkan laju metabolisme karena tubuh berusaha mempertahankan cadangannya—sering kali berujung pada lebih sedikit kalori yang terbakar saat istirahat maupun aktivitas harian.

Itulah mengapa target kalori yang berkelanjutan itu penting. Pendekatan penurunan berat badan yang terlalu agresif mungkin memberi hasil jangka pendek, tapi bisa membuat mempertahankan progres jadi lebih sulit seiring waktu.

Kalau kamu curiga metabolismemu lambat secara tidak wajar, sebaiknya konsultasi dengan tenaga kesehatan yang bisa mengevaluasi penyebab yang mendasari dan menyusun rencana penanganan yang dipersonalisasi. Mengatasi kondisi spesifik yang langsung memengaruhi metabolisme (seperti masalah hormon atau tiroid) bisa sangat membantu upayamu memperbaiki kesehatan metabolik dan mencapai target berat badan.

Inti Penting

  • Metabolisme adalah sekumpulan proses kimia di tubuh yang mengubah makanan menjadi energi yang bisa digunakan.
  • Porsi terbesar kalori yang kamu bakar tiap hari berasal dari tingkat metabolisme basal (BMR), yang mencakup fungsi-fungsi penting seperti bernapas dan sirkulasi, bahkan saat istirahat.
  • “Metabolisme cepat” biasanya berarti membakar lebih banyak kalori sepanjang hari, bukan makanan diproses secara berbeda.
  • Meski genetik tak bisa diubah sepenuhnya, banyak faktor yang memengaruhi pembakaran kalori harian dipengaruhi kebiasaan seperti bergerak, pilihan makanan, tidur, dan pemulihan.
  • Target kalori yang berkelanjutan dan kebiasaan yang konsisten lebih mendukung kesehatan metabolik daripada pendekatan yang agresif atau terlalu membatasi.
Kelsey Green
Ahli Gizi (Sarjana Sains Kesehatan, Nutrisi Medis)